sebutir pasir basah rindukan cahaya
dari balik mendung dibalik cemara..
rembulan cibirkanku sebelum pagi tiba..
seorang lelaki berselendang benalu
dari masa lalu ku menunggu...
ku tunggu lampu-lampu belah cakrawala
bangkai-bangkai kapal ditepian muara
...
walau hujan air mata menetes ke tulang dada
mengikis hati sia-sia
oooohhhhh air mata
genangi ujung-ujung ranting akasia..
ternyata kita sama,
menunggu cahaya merah membara
dari sana...
dari sudut garis maya
hingga akhir pertarungan lumba-lumba aku masih setia menunggu cinta
dengan segumpal kisah dihati kita
memang tak sengaja kita terpisah
ooohhhh cinta..
dengan segenggam pasir dari pantai utara..
dari balik ombak ditengah samudra
dari situ aku janjikan aku akan setia..